
“Kakak, kalau besar mau jadi apa??” Tanya papa kepada ku saat berusia 5 tahun, lalu dengan spontan aku jawab “Arsitek” … walaupun tidak tau apa itu arsitek, tapi buat ku pekerjaan itu sangat menyenangkan, well mengingat membuat istana pasir itu kan seru, atau menggambar rumah dan perintilan di dalamnya.
Dan seiring berjalannya waktu, ketika melewati proses sekolah formal (SD, SMP, SMU) .. saya mulai merasa banyak pelajaran yang membosankan ketika dipelajari di sekolah.. Eeewwww, apalagi kalau gurunya gak asik, saya memilih untuk duduk manis di paling belakang sambil ngobrol. Huahahhhahaha, berbicara itu adalah hobby saya siiihh, sampai kalau sekarang ngeliat di rapor pasti tulisan “jangan usil atau stop bicara” itu selalu menempel di pesan guru-guru.
Tiba saatnya untuk memilih fakultas untuk kuliah, deeeeeeeerrrrrr!!! Kuliah apaannn??? Huahahahhaha… Yang kepikiran di otak adalah “Fakultas yang tidak ada matematikanya” … walaupun punya Bayak (baca: kakek) seorang Dekan MIPA dan beliau DRS yang beneran otaknya isinya canggih untuk menyelesaikan angka-angka bukan berarti kelebihan itu turun ke cucunya, atau punya papa seorang Insiyur yang canggih sangat untuk urusan hitung – hitung … tapi perkara NGELIAT ANGKA … Big NO NO !!!! eeerrrggghhhhh GAK SUKA!!!
Okeh, akhirnya terpilihlah fakultas HUKUM di salah satu univeritas katolik Jakarta (huahhahahaha ketebak bgt, secara cuman satu di Jakarta). Hmmmmm enjoy sih, cuman tugasnya banyak… ya tugas kelompok lah, tugas pribadi lah, komen perkara ini lah – perkara itu lah… yaaa pokoknya gak ada matematika deeehhh…. Kecuali satu mata kuliah yang berhubungan dengan Angka, yaitu DASAR-DASAR STATISTIK… hmmm lulusnya nilai B , dan jujur saja yang bikin rajin masuk dan mau mendengarkan karena dosennya ganteng… hahhahahahahahah…. Dosen ekonomi tapi diperbantukan untuk ngajar di Fakultas Hukum. Namanya siapa, saya lupa.
3,5thn kemudian, ketika sibuk sekali ngerjain skripsi, dan pertanyaan ini pun terlontar dari mulut si papa “Kakak, mau kerja dimana??” … Toeeennnggg… kerja dimana ya?? .. Hmmmmmm seorang SH pekerjaan yang relevan itu antara lain ;
1. Legal Officer
2. Lawyer
3. Notaris
4. HRD
Daaaaannn bisa dibilang, satu pun dari pekerjaan itu saya tidak tertarik… hahhahahahahahah… emang rada sarappp sih, tapi yaaa emang malesssss bener…. Masalahnya hukum di Negara Indonesia Raya ini masih bisa dibeli pake uang, artinya yang makin kaya atau yang punya duit berlimpah nah bisa request aturan deh… yaaa intinya saya berkesimpulan negatif lah untuk urusan hukum di Indonesia tercinta ini. Tidak menjawab berarti dianggap tidak punya rencana hidup, jadilah saya menjawab “Hmmm yaaa liat nanti aja pap, dicoba yang mana aja lah, namanya juga freshgraduate” .. huahahahhaha diplomatis bet yak, padahal mah di kepala saya gak nemu jawaban yang lain.
Karena skripsi udah approve dan tinggal nunggu jadwal sidang, maka hidup saya adalah bengong setiap harinya, jadi kesibukannya nongkrong di kampus, ngeliatin junior-junior yang mukanya indah dilihat… hehhehehe… sampai akhirnya iseng ngikutin semua seminar yang diadain kampus. Eh gak ngerti gimana ceritanya tiba-tiba dapet panggilan buat psikotest di salah satu bank swasta nasional. Tanpa pikir panjang ya di iyain aja, wong klo lulus ya judulnya ya kudu kerja laaahh… masa jadi pengangguran. Modal nekat sih, ya ikutan aja psikotes tanpa mengharapkan apapun, iseng-iseng berhadiah laahhh ceritanya. Eeeeehhhhh gak taunya 3hari setelah psikotes, disuruh interview sama Head Region nya… hahahhahahahhaha asli bingung.. kan belom lulus kuliah ini, baru SH wannabe… ya udah lah, modal nekat aja deh, interview lah sama si bapak SW itu… masih muda, tapi biasa aja sih gak ganteng, cuman emang terlihat jago NGOMONG… pertanyaan pertama dia adalah “Kamu serius mau kerja??” … Gak perlu mikir jawabnya, ya saya jawab “mana ada orang yang gak serius mau kerja pak?” … setelah 10mnt ngobrol akhirnya saya menjelaskan bahwa saya belum lulus kuliah dan posisinya saat ini saya sedang nunggu sidang skripsi. Dengan mudahnya dia cuman bilang “it’s ok, the most important that you keep your commitment “serious to work”” … weeewww, berasa ditantangin yak… Okeeeelaaahhh, cussss sini kerjaaaa…. But anyway,to be honest saya gak tau kerjanya apaann… hehehehehehe. :d . Berasa jadi anak emas, karena teman-teman saya yang lain Ijazah nya ditahan, lah saya boro-boro punya ijazah, wong siding skripsi aja belom
Then 2weeks later, saya dipanggil oleh HRD nya untuk nego perkara gaji dll …. Kalo diliat yaaa, gaji pertama saya sama uang jajan dari papa itu adalah jauuuhh gedean uang jajan dari papa. Agak nyesek niiihhhh, masaaa sekolah capek-capek 3.5th gajinya gak nyampe 50% uang jajan gw.. mana cukup buat bensin, kongkow, shopping dan lain-lain… huuuuhhhhh!!!!! Akhirnya sampe rumah, ngomel ke bokap, ngeluh kok penawaran gajinya kecil amat.. eeehhh bokap cuman bilang “yaaa menurut kamu nyari duit gampang, makanya jangan boros-boros” … hahhahaha malah diomelin. Setelah proses negosiasi panjang sama bokap jadilah satu kesepakatan bahwa, gaji itu buat biaya operasional saya dan uang jajan itu tetep dikasih sebagai tambahan … huahahahhahahahahahah my great papa.. emang paling keren dah!!
Oke start bekerja, hari pertama … duaaarrrr diajakin canvassing … apaaaaaannnnnnn niiihhhhhhh.. ternyata gw jadi sales marketing. Disuruh dagang door to door… ngeeekkk ngoookkk… Alamak saya TERJEBAK!!! Hmmm pikiran pertama adalah RESIGN secepat mungkin. Tapi keinget sama obrolan si pak SW itu dimana yang dia percaya adalah “komitmen” .. hmmm malu juga kalo keluar sih, cupu amat saya. Hmmm okelah, akhirnya mencoba untuk bertahan, dan Puji Tuhan nya adalah kantor itu seperti Keluarga, senior-seniornya baik dan beneran it feels like HOME. Dan gak berasa saya pun stay selama 5.5tahun di kantor itu dan dipastikan gak pernah pindah cabang, jabatan apaan juga ya cabangnya disitu aja…
Alasan pertama saya kenapa akhirnya bertahan di perusahaan itu adalah “KOMITMEN”, hal yang saya pegang ketika ngobrol sama si bapak itu, jujur dunia marketing / sales sangaaaatttttt berbeda dari apa yang saya pelajari di bangku kuliah dulu.
Jadi, ketika beberapa orang bertanya “did u enjoy your work??” dengan cepat saya jawab “nope” .. hahahaha dua tahun pertama rasanya macam di neraka (hahah lebay). Bekerja dengan Target, kalo gak achieve bisa gila dapet coaching clinic dari atasan atau suruh bayar denda… ngeekkk!!! Sarap deeeehh… Tapi lama-lama karena tim yang sangat solid di kantor saya juga atasan yang sangaaaatttttt kooperatif, saya bisa dapat celah untuk enjoy my job dan pada masa itulah karier saya naik, well karier naik seiring gaji naik lah… dan berhubung saya marketing yaaaa pastinya insentif nya puuunnn ada. Hmmm enjoy my work.
Memasuki tahun kelima saya di kantor itu, saya mulai bosaaaaannnn dan berasa sinting ngerjain semua nya. Seperti gak jelas hidupnya maunya apaan… maksudnya disini adalah 24jam saya itu hanya tidur-bangun-kerja mikirin target – jualan produk mulu – nongkrong – ngabisin duit hasil kerja – main … trus intinya apaannn??? Enjoy sih, tapi kok rasanya hidup ini sama seperti hidup orang-orang pada umumnya..
Yap, hidup standar seperti : lahir – tumbuh – sekolah (SD,SMP,SMU,KULIAH (S1-S2-S3)- Kerja – Nikah – punya anak – pensiun – ngawinin anak – punya cucu – meninggal..
Agak rempong ya, setiap orang tua pastinya menginginkan anaknya punya karier yang bagus, bisa ngelanjutin hidup yang layak .. nah yang saya pikirin itu adalah karier yang bagus/baik itu tolak ukurnya apaaannn sih ???
1. Gaji gede
2. Jabatan bagus
3. Rumah besar
Hmmmm gak tau!
Atau keberhasilan seorang manusia di dunia itu emang selalu di ukur dengan keberhasilan dia dalam kariernya?? Atau yang mengakibatkan strata sosialnya naik.
Artikel yang saya baca, bahwa :
“Karier sangat dipengaruhi oleh refleksi diri dan sudut pandang diri kita, apabila kita menganggap karier kita adalah pundi-pundi uang yang masuk ke dalam rekening kita tiap bulannya, jabatan, pangkat ataupun gelar akademis, makalah itulah refleksi dari karier kita dan hal itu hanyalah atribut, bukan esensi dari karier,” ujarnya pada talkshow yang diselenggarakan Kiwi tentang karier bertema “Be the first, be the one, be the best” di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menyinggung soal passion, Rene menegaskan bahwa passion sedikit berbeda dengan hobi. Passion bukanlah segala sesuatu yang kuasai, namun yang dicintai. Passion adalah salah satu unsur karier. Karier haruslah melibatkan passion, tujuan hidup, values, ketercapaian, dan kebahagiaan.
Rene menegaskan pentingnya menemukan passion pribadi sejak awal sebagai sarana untuk mencapai karier. Ketika seseorang bekerja sesuai dengan passionnya, maka ia berada di jalur untuk mencapai kariernya. Menemukan passion ini adalah hal yang gampang-gampang susah karena sesungguhnya passion itu terdapat di dalam diri sendiri.
“Jadi, bekerja dengan passion adalah ketika kita bekerja dengan seru dan asyik. Perjalanan untuk menjadikan diri sendiri yang terbaik. Itu pekerjaan bukan destinasi tapi journey,” ungkap dia mengenai bukunya yang baru saja terbit “Your Journey To Be The UltimateU”. http://www.suarapembaruan.com/gayahidup/kebanyakan-orang-indonesia-bekerja-karena-kebutuhan-bukan-passion/17821

Bicara tentang Passion, Hmmmm jujur perkara passion saya gak ngerti apa-apa.. tapi yang saya tau, bekerja itu adalah proses belajar dan bermain!!
Memutuskan untuk keluar dari status seorang “karyawan” dan kemudian menggeser nya menjadi “pengusaha” … itu sedikit bikin mikir pada awalnya, yang dipikir adalah “am I sure??” … mundur ke 6th lalu dimana Mr.SW itu menanyakan hal yang sama ke saya tentang niat bekerja.
Dan sedikit tutup mata akhirnya saya memutuskan untuk berhenti di sekolah lama kemudian sekolah di sekolah sendiri (kantor lama itu buat saya bukan bekerja tapi lebih ke proses belajar yang di beri upah).
Asli, gak pernah terpikir sebelumnya bahwa saat ini saya mengelola sebuah perusahaan IT dimana yang dirintis oleh abang kandung sendiri, Diego Sitompul. Dan selain itu mengelola butik saya yang 3tahun sebelumnya sudah mulai saya rintis dengan 2orang partner lainnya.
Lagi-lagi bidang pekerjaan yang saya geluti saat ini sangat jauuuuhh menyimpang dari 6.5th saya sekolah. Dengan latar belakang pendidikan Sarjana Hukum dan Magister Hukum (Hukum Bisnis) .. Saat ini bergerak di bidang IT dan rental computer & multimedia, dan hal yang dapat dipergunakan adalah hal-hal yang bersinggungan dengan aturan atau perjanjian yang dibuat oleh kantor kita.
The rest, PD aja … hehehehe… Dengan prinsip “you will not do incredible things without an incredible dream” dan sangat berupaya untuk selalu memegang komitmen, maka saya pun majuuuuu jalan. Melakukan pekerjaan saat ini, sama seperti berpetualang di satu hutan tapi gak bawa kompas, jadi beneran harus pake kemampuan otak untuk mengingat hal-hal yang di pelajari setiap harinya, yang paling oke training nya langsung dari si abang.. hmmmm secara otaknya macam manusia jenius.. buseeettt!!!!
Hmmm seru bener, sampe disatu waktu saya harus belajar tentang perhitungan pajak perusahaan… hahahhaahhahahaha klo dipikirin waktu smu yang namanya pelajaran AKUNTANSI adalah musuh bubuyutan… blaaaahhh apaan tuuuhhh Ayat Jurnal Penyesuaian.. Tapi, di kantor kita yaaa saya harus belajar semua nya, karena ya tidak ada orang lain lagi yang bisa dipaksa untuk ngerjain ini, dan satu hal lagi tanggung jawab atas perusahaan ini yaaaaaa harus full dipegang sama pemiliknya sendiri laaahhh…. Membagi tugas dengan abang, dimana dia masalah IT computer dan spek detail barang dan saya bagian ngurus keuangan dan perkara administrasi ditambah urusan marketing tapi, walaupun udah hampir 7 bulan saya join disini tetep hal-hal perintilan barang-barang di kantor ini saya tidak mengerti. Heheheheheehe.. Banyaaaakkkk bener istilah baru yang seumur hidup saya baru denger 7 bulan belakangan.. Hal lain yang paling seru jika memilih untuk menjadi seorang entrepreneur adalah “Mau penghasilan besar, berarti harus bekerja dengan pintar dan gak ada istilah yang penting setiap bulan gajian karena yang diutamakan bukan lagi gaji diri sendiri tapi gaji karyawan” …
Well this is my life, what about you ???, One thing that you guys must know that ….
You’ve achieved success in your field when you don’t know whether what you’re doing is work or play.

lot’s of love
Anggie Malem Sitompul
april 2012